Langsung ke konten utama

Loyalitas

Bicara soal loyalitas kepada klub, untuk masa sekarang ini aku punya beberapa nama dunia yang pantas untuk disebut. Oh ya, sebelumnya untuk menghindari kesalahpahaman, yang aku maksud loyalitas disini adalah kesetian pada klub disaat klub sedang terpuruk, dan juga kesetiaan pada klub saat nama mereka sedang besar dan diincar banyak klub tapi tetap bertahan diklub lamanya. 

Oke mari kita mulai, di Juventus, tentunya dua kapten mereka Delpiero dan Buffon. Dua nama besar ini benar benar menunjukkan kepada dunia apa artinya setia. Bahkan mereka mau merelakan satu tahun karirnya bermain di seri B hanya untuk membantu klub kembali ke seri A. Terlebih untuk Buffon, penampilannya yang mengkilat di piala dunia 2006 serta berada diusia emas untuk karir seorang kiper, tentu bukanlah hal yang sulit untuk Buffon mencari klub baru. Tapi dia tetap bertahan di Juve. Salut. Dan musim ini, pengorbanan mereka terbayar tuntas. Juve kembali ke treknya sebagai tim besar dengan mengakhiri musim sebagai juara dan tanpa terkalahkan. Sekali lagi tanpa terkalahkan. 

Roma punya sang pangeran Totti. Berkali-kali dirayu oleh tim besar macam Real Madrid untuk pindah tapi Totti tak bergeming. Tetap setia bersama Roma. Hal inilah yang membuat Romanisti sangat mencintai pemain yang satu ini. Menarik ditunggu kiprah penerus sang pangeran Rossi. Apakah bisa bertahan menghabiskan karir nya bersama Roma atau malah pindah ke lain klub. 

Manchester United punya Scholes dan Giggs. Dimasa jayanya terutama nama yang terakhir adalah hot properti United. Aku masih ingat entah SMP atau SMA, Intermilan pernah menawar Gigs dengan harga yang tinggi, namun ditolak oleh Gigs dan United. Di Liverpool saingannya United ada nama sang kapten Gerrard. Pemain ini juga dulunya sangat diminati oleh Real Madrid. Namun selalu ditolak oleh Gerrard. Padahal dengan pindah ke Madrid tentunya peluang untuk memenangkan gelar semakin besar. Untuk Arsenal, City, Chelsea dan Totenham sepertinya belum ada. Spesial untuk Chelsea, aku nggak memasukkan nama Terry dan Lampard karena sepanjang pengetahuan aku, nggak ada klub yang menyatakan minat pada mereka pada saat puncak karir mereka. Kalau Arsenal sih memang sulit mencari pemain yang setia, lihat aja Nasri, Fabregas dan Glichy. Atau kalau masih belum puas bisa lihat lebih kebelakang, Adebayor, Flamini, dan bahkan sang legenda Thiery Henry. 

Di Intermilan ada nama kapten mereka si Traktor Zanetti, pemain ini seakan-akan nggak pernah kehilangan stamina dalam bermain, apalagi disaat-saat sekarang dimana usianya sudah hampir mendekati 40. Ganjaran untuk kesetiaanya diterimanya tiga musim yang lalu, dimana Intermilan dibawah asuhan Jose Mourinho sukses memenangkan treble. Salut untuk Zanetti.

Terakhir untuk dua tim el classico, mungkin hanya nama Raul Gonzales yang layak masuk. Kesetiaannya pada Madrid nggak usah diragukan lagi. Walaupun kesannya dipenghujung karirnya dicampakkan oleh Madrid, tapi Raul tetap melegenda dimata suporter Madrid. 

Untuk yang selanjutnya, mungkin agak sulit untuk menemukan pemain yang memiliki loyalitas tinggi seperti nama-nama diatas, karena sekarang uang lebih berperan besar. Apalagi ditambah dengan hadirnya klub-klub kaya baru macam City, PSG dan bahkan Anzhi yang sanggup menggaji pemain dengan gila-gilaan.

Komentar